Selasa, 23 Juni 2015

THT 3 - Interaction Design for and with the Lived Body : Some Implications of Merleau-Ponty’s Phenomenology

Interaction Design for and with the Lived Body : Some Implications
of Merleau-Ponty’s Phenomenology
DAG SVANÆS, Norwegian University of Science and Technology
http://dx.doi.org/10.1145/2442106.2442114
In 2001, Paul Dourish proposed the term embodied interaction to describe a new paradigm for interaction
design that focuses on the physical, bodily, and social aspects of our interaction with digital technology.
Dourish used Merleau-Ponty’s phenomenology of perception as the theoretical basis for his discussion of the
bodily nature of embodied interaction. This article extends Dourish’s work to introduce the human-computer
interaction community to ideas related to Merleau-Ponty’s concept of the lived body. It also provides a
detailed analysis of two related topics: (1) embodied perception: the active and embodied nature of perception,
including the body’s ability to extent its sensory apparatus through digital technology; and (2) kinaesthetic
creativity: the body’s ability to relate in a direct and creative fashion with the “feel” dimension of interactive
products during the design process.
Categories and Subject Descriptors: H.5.2 [Information Interfaces and Presentation]: Theory and methods,
User-centered design; H.1.2 [Models and Principles]: User/Machine Systems
General Terms: Design, Human Factors, Theory
Additional Key Words and Phrases: Interaction design, embodied interaction, embodied perception, kinaesthetic
creativity, phenomenology, the lived body, Merleau-Ponty

Penemu dari Interaksi Terealisir, Dourish [2001] mendefinisikan Interaksi Terealisir sebagai “kreasi,manipulasi, dan membagikan maksud melalui interaksi dengan art[i]facts” [Dourish 2001]. Bagi Dourish, perwujudan adalah sebuah pendekatan untuk memahami interaksi manusia yang mengapresiasikan konteks, situasi, jasmaniah, dan lingkungan sosial. Perspektifnya terhadap hal tersebut terinspirasi oleh fenomenologi Husserl, Heidegger, Schutz, dan Merleau Ponty. Contoh-contoh tersebut digunakan oleh Dourish untuk mengilustrasikan interaksi terealisir yang sebagian besar diambil dari penelitian daerah antarmuka nyata dan komputasi sosial. Dourish menegaskan pendekatannya dengan ilmu kognitif. Dourish bukanlah seorang yang pertama menerapkan fenomenologi tersebut pada Interaksi Manusia dengan Komputer (IMK). Winograd dan Flores [1986] menggunakan fenomenologi  Heidegger untuk melawan pendapat tersebut.

Maksud inti dari analisis ini yaitu untuk memperlihatkan bagaimana beberapa element inti dari persepsi fenomenologi Merleau-Ponty relevan dengan teori interaksi terealisir. Hal tersebut dibagi menjadi dua aspek fenomenologi Merleau-Ponty : (1) persepsi terealisir, persepsi alami yang terealisir dan aktif, termasuk kemampuan tubuh untuk mengembangkan panca indra melalui teknologi digital; dan (2) kreativitas kinestetik, dinamakan kemampuan tubuh untuk menghubungkan langsung dan gaya kreativ dengan “rasa” dimensi produk interaktif selama proses desain. Analisis ini seharusnya menjadi sebuah nilai untuk para perancang interaksi mendesain untuk dan dengan bagian tubuh. 

Senin, 08 Juni 2015

Error Prevention - Game Ragnarok Online 2

Ringkasan Masalah
Error Prevention, yaitu pesan kesalahan yang mencegah masalah dari terjadi. Baik menghilangkan kondisi rawan akan kesalahan atau membuat pengguna diberi dengan pilihan konfirmasi sebelum mereka berkomitmen untuk melakukan tindakan.

Deskripsi Masalah
Terdapat item (barang) pada game Ragnarok Online 2 dengan deskripsi atau penjelasan berupa peringatan (error prevention) bahwa barang tersebut tidak dapat di pindahkan ke karakter lain. Namun peringatan tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar di bawah ini.

















Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, sistem memberikan peringatan berupa error prevention yang sesuai sebagaimana mestinya.

Severity Rating
Saya memberikan nilai 2 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki namun prioritasnya rendah.

Help and Documentation - Game Ragnarok Online 2

Ringkasan Masalah

Help and Documentation artinya meskipun lebih baik jika sistem dapat digunakan tanpa dokumentasi, mungkin perlu untuk memberikan bantuan dan dokumentasi. Informasi tersebut harus mudah untuk dicari, terfokus pada yang dilakukan pengguna, daftar langkah-langkah konkret yang akan dilakukan, dan tidak terlalu besar. 

Deskripsi Masalah
Terdapat beberapa item (barang) pada game Ragnarok Online 2 yang tidak diketahui fungsinya karena tidak memiliki deskripsi atau penjelasan. Contoh seperti gambar dibawah ini.















Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, sistem memberikan deskripsi atau penjelasan mengenai barang tersebut agar user dapat mengetahuinya dan menggunakannya dengan tepat.

Severity Rating
Saya memberikan nilai 2 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki namun prioritasnya rendah.

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors - Game Ragnarok Online 2

Ringkasan Masalah

Help users recognize, diagnose, and recover from errors artinya sistem memberikan pesan error dengan bahasa yang jelas (tanpa kode), mengidentifikasikan masalah dengan tepat, dan memberikan saran untuk mengatasi masalah tersebut. 

Deskripsi Masalah
Ketika user sedang bertarung dengan lawan, seketika terdapat kondisi dimana user tidak bisa menggunakan skill dan muncul kode-kode seperti gambar di bawah ini.















Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, sistem dapat memberikan keterangan yang jelas kepada user dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti user bukan dengan kode-kode demikian.

Severity Rating
Saya memberikan nilai 2 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki namun prioritasnya rendah.

Consistency and Standards - Game Ragnarok Online 2

Ringkasan Masalah
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam consistency and standards adalah standarisasi pemahaman kata dan penggunaan kata secara konsisten.

Deskripsi Masalah
Game Ragnarok Online 2 memiliki ketidakkonsistenan dalam pemilihan bahasa. Sebagian besar kata-kata yang digunakan pada game tersebut menggunakan Bahasa Indonesia. Namun, ada ditemukan beberapa pada game tersebut yang menggunakan kata dalam Bahasa Inggris. Contohnya dapat kita lihat pada misi harian yang terdapat pada game.
















Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, semua kata-kata yang menggunakan Bahasa Inggris dapat diganti menjadi Bahasa Indonesia.

Severity Rating
Saya memberikan nilai 2 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki namun prioritasnya rendah.

User Control and Freedom - Game Ragnarok Online 2

Ringkasan Masalah
User control and freedom, artinya sistem memberikan kebebasan user untuk mengontrol dan merubah state sistem seperti yang dia inginkan dan akan memerlukan tanda jelas sebagai "pintu darurat" untuk meninggalkan state yang tidak diinginkan tanpa harus melalui dialog panjang.

Deskripsi Masalah
Game ragnarok online 2 mempunyai dua kondisi pertarungan, yaitu pertarungan dimulai (sedang dalam kondisi bertarung dengan lawan) dan pertarungan selesai (tidak dalam kondisi sedang bertarung). Ketika dalam kondisi sedang bertarung game tersebut tidak memberikan user kesempatan untuk logout bahkan keluar dari game, sehingga user mendapatkan kesulitan untuk melakukan kedua hal tersebut dalam kondisi ini. Secara terpaksa kondisi seperti ini memaksa user untuk keluar game secara paksa yaitu dengan mengakhiri aplikasi dengan Task Manager atau memutuskan koneksi internet.


Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, tidak masalah tidak dapat Logout dalam kondisi bertarung, namun sistem harus memperbolehkan user untuk keluar game meskipun dalam kondisi bertarung karena sebagai berfungsi sebagai tombol emergency exit bagi user.

Severity Rating
Saya memberikan nilai 3 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki dengan prioritas tinggi.


Deskripsi Masalah
Masalah berikutnya menyangkut User Control and Freedom pada Game ragnarok online 2 yaitu bahwa setelah user login, pada menu pilih karakter user tidak dapat logout. Hal tersebut secara tidak langsung memaksa user harus keluar dari game. Berikut gambarnya
















Rekomendasi Perbaikan
Saran saya, sistem memberikan fungsi logout pada menu pilih karakter agar user tidak perlu keluar dari game untuk sekedar logout. .

Severity Rating
Saya memberikan nilai 2 pada severity rating masalah ini. Masalah ini harus diperbaiki namun prioritasnya rendah.

Rabu, 13 Mei 2015

Visualisasi Pemilu di Pulau Jawa Tahun 2004 dan 2009

  Infogram, sebuah visualisasi statistik yang digunakan agar dapat dengan mudah di pahami untuk mengambil sebuah keputusan. Contoh infogram, pie chart, line chart, bar chart, dan sebagainya.

Kali ini saya akan mencoba memperlihatkan visualisasi data pemilih yang terdaftar dalam Pemilu legislatif DPR tahun 2004 dan 2009 di Pulau Jawa.

Grafik Jumlah Pemilih terdaftar (2004 dan 2009)
Dari grafik diatas terlihat bahwa dari tahun 2004 ke 2009 setiap provinsi mengalami kenaikan jumlah pemilih. Tentu dapat disimpulkan jumlah penduduk tahun 2009 lebih banyak dari tahun 2004. Kenapa? Hal tersebut menunjukan bahwa pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin lama tidak terkendali. Jika hal tersebut terus dibiarkan terjadi, niscaya akan banyak timbul masalah-masalah seperti kelaparan, kurangnya lahan untuk tempat tinggal, meningkatnya angka kemiskinan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, melihat hal tersebut pemerintah seharusnya lebih lagi menghimbau masyrakat agar mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah yang sudah ada seperti program KB (2 anak cukup), penggunaan alat kontrasepsi, dsb. 

Demikian saya sampaikan. Semoga bermanfaat :)